LINUX JOURNAL

Wednesday, 12 August 2009

Conficker

Kali ini Blog trick agak menyimpang tentang pembahasan blog. Pada postingan ini Blog trik akan membahas tentang Conficker (Virus komputer). Conficker merupakan virus yang menyebar paling banyak di dunai termasuk Indonesia. Conficker mengeksploitas celah keamanan RPC Dcom MS 08-067. Faktanya Conficker membuat pusing para pengguna komputer khususnya admin jaringan, karena kemampuan menyebar di jaringan sangat efektif dan untuk menghilangkan Conficker sangatlah sulit.

Conficker menempel pada service windows svchost dan jika dervice ini dimatikan maka yang terjadi adalah komputer akan ikut mati. Pembuat Conficker ini tidak puas pada dua variannya yaitu Conficker.A dan Conficker.B, dan yang terakhir Conficker.C pada tanggal 1 april 2009 (bertepatan dengan april mop) akan serentak menghubungi 50ribu situs di internet untuk mengupdate dirinya.

Conficker.C mengupdate dirinya ke 50ribu situs mengapa? Karena pada varian terdahulunya Conficker.A dan Conficker.B hanya mengupdate ke ratusan situs dan ratusan situs itu telah diblokir atas permintaan vendor-vendor antivirus.

Bagaimana Conficker menyebar? Conficker belajar dari Amway atau CNI untuk menyebarkan dirinya. Karena sifatnya worm, Conficker hanya perlu mengifeksi satu komputer di jaringan dan akan menyebar dengan sendirinya melakukan scanning pada semua komputer. Jika komputer terkoneksi ke jaringan maka Conficker otomatis akan scanning dan menginfeksi jaringan yang lain, Begitu seterusnya.Salah satu sumber penyebaran Conficker adalah komputer yang koneksi ke ISP internet baik dial up maupun broadband termasuk broadband 3G.

Sebenarnya masih banyak lagi tentang virus ini tetapi karena sudah capek ngetik sampai disini dahulu pembahasan tentang Conficker ini. Jangan lupa patch dan back up data komputer anda.

MENGGABUNGKAN DATA VISUAL - AUDIO

Komputer yang dilengkapi dengan perangkat multimedia semakin banyak
dimanfaatkan di berbagai bidang, antara lain untuk keperluan pendidikan,
informasi, hiburan, dan periklanan. Untuk memperoleh hasil tampilan audiovisual
yang lebih menarik dapat dilakukan dengan memanipulasi data audio-visual
yang diperoleh dari hasil rekaman. Salah satu jenis modifikasi tersebut adalah
dengan menggabungkan data audio-visual hasil rekaman tersebut dengan data
audio-visual yang diperoleh dari hasil animasi komputer.
Dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan dan pembuatan perangkat
lunak komputer yang dapat digunakan untuk menggabungkan dua jenis data
audio-visual tersebut di atas sehingga menghasilkan satu data audio-visual yang
baru. Data audio-visual yang baru ini akan berisi gambar dan suara yang
merupakan gabungan dari gambar dan suara dari kedua data audio-visual
masukannya. Semua data audio-visual yang digunakan berbentuk digital dan
disimpan dalam file dengan format AVI.

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi komputer dan elektronika dewasa ini terasa
sangat pesat, baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Jika
pada mulanya komputer lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang bersifat
ilmiah saja, seperti untuk mengerjakan perhitungan matematis, dan hanya dapat
menampilkan teks yang terdiri dari huruf-huruf dan angka-angka dengan warna
yang sangat terbatas, maka komputer pribadi (PC) pada generasi sekarang ini
telah dapat digunakan untuk menampilkan gambar grafik dengan resolusi jutaan
warna, merancang dan menampilkan animasi, dan bahkan dapat digunakan pula
untuk menyajikan informasi audio-visual yang berisi gambar bergerak dan suara.
Dengan adanya kemampuan komputer untuk menyajikan informasi audiovisual

ini, semakin banyak orang yang memanfaatkannya dengan membuat data
audio-visual untuk berbagai keperluan seperti pendidikan, hiburan, informasi, dan
periklanan. Untuk menghasilkan data audio-visual dengan tampilan yang lebih
menarik dapat dilakukan dengan memanipulasi data audio-visual yang diperoleh
dari hasil rekaman. Salah satu jenis modifikasi tersebut adalah dengan
menggabungkan data audio-visual hasil rekaman tersebut dengan data audiovisual
lain yang diperoleh dari hasil animasi komputer.
Pendahuluan I-2
Untuk itu kami merancang suatu perangkat lunak komputer yang dapat
digunakan untuk menggabungkan dua jenis data audio-visual di atas sehingga
menghasilkan satu data audio-visual yang baru. Data audio-visual yang baru ini
akan berisikan gambar dan suara yang merupakan gabungan dari gambar dan
suara dari kedua data audio-visual masukannya. Semua data audio-visual yang
digunakan di sini berbentuk digital dan disimpan dalam file dengan format AVI.

CITRA DIGITAL

Untuk menyatakan citra (image) secara matematis, dapat didefinisikan
fungsi f(x,y) di mana x dan y menyatakan suatu posisi dalam koordinat dua
dimensi dan harga f pada titik (x,y) adalah harga yang menunjukkan warna citra
pada titik tersebut1.
Citra digital adalah citra yang dinyatakan secara diskrit (tidak kontinyu),
baik untuk posisi koordinatnya maupun warnanya. Dengan demikian, citra digital
dapat digambarkan sebagai suatu matriks, di mana indeks baris dan indeks kolom
1 Rafael C Gonzales, Digital Image Processing, Addison-Wesley Publishing, hal.6
Teori Penunjang II-2
dari matriks menyatakan posisi suatu titik di dalam citra dan harga dari elemen
matriks menyatakan warna citra pada titik tersebut. Dalam citra digital yang
dinyatakan sebagai susunan matriks seperti ini, elemen-elemen matriks tadi
disebut juga dengan istilah pixel yang berasal dari kata picture element.
Untuk mendapatkan suatu citra digital, dapat digunakan alat yang memiliki
kemampuan untuk mengubah sinyal yang diterima oleh sensor citra menjadi
bentuk digital, misalnya dengan menggunakan kamera digital atau scanner. Cara
yang lain adalah dengan menggunakan ADC (Analog-to-Digital Converter) untuk
mengubah sinyal analog yang dihasilkan oleh keluaran sensor citra menjadi sinyal
digital, misalnya dengan menggunakan perangkat keras video capture yang dapat
mengubah sinyal video analog menjadi citra digital.
Format Penyimpanan Citra Digital
Untuk menyimpan citra digital ke dalam suatu file, dapat digunakan
bermacam-macam format. Secara garis besar, format dari citra digital dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu bitmap dan vector.
Format Bitmap
Pada format bitmap, citra disimpan sebagai suatu matriks di mana masingmasing
elemennya digunakan untuk menyimpan informasi warna untuk setiap
pixel. Jumlah warna yang dapat disimpan ditentukan dengan satuan bit-per-pixel.
Semakin besar ukuran bit-per-pixel dari suatu bitmap, semakin banyak pula
jumlah warna yang dapat disimpan.
Teori Penunjang II-3
Format bitmap ini cocok digunakan untuk menyimpan citra digital yang
memiliki banyak variasi dalam bentuknya maupun warnanya, seperti foto, lukisan,
dan frame video. Format file yang menggunakan format bitmap ini antara lain
adalah BMP, DIB, PCX, GIF, dan JPG. Format yang menjadi standar dalam
sistem operasi Microsoft Windows adalah format bitmap BMP atau DIB.
Kelebihan dari format DIB ini adalah bersifat fleksibel karena dapat digunakan
untuk menyimpan citra dengan 1, 4, 8, 16, dan 24 bit-per-pixel. Di samping itu,
proses untuk membaca informasi warna pixel di dalam format DIB lebih mudah
dan dapat dilakukan secara cepat. Format yang lain seperti JPG dan GIF memiliki
kelebihan dalam hal ukuran file yang kecil karena citra digital disimpan dalam
bentuk terkompresi.
Format Vector
Pada format vector, citra disimpan sebagai sekumpulan bentuk-bentuk
tertentu seperti garis, kurva, kotak, poligon, dan lingkaran yang dapat juga
memiliki warna. Data yang tersimpan di dalam file format vector ini berupa kodekode
yang menunjukkan suatu bentuk dengan posisinya, dimensinya, dan
warnanya. Format ini cocok digunakan untuk menyimpan citra yang banyak
mengandung garis dan kurva, misalnya gambar teknik, diagram blok, dan
flowchart. Format file yang menggunakan format vector ini antara lain adalah
DWG, DXF (AutoCAD), dan CDR (CorelDraw).
Kelebihan dari format vector ini adalah kebutuhan kapasitas untuk
menyimpannya lebih kecil dibandingkan jika disimpan dengan format bitmap.
Teori Penunjang II-4

VIDEO DIGITAL

Untuk memahami tentang video digital, harus dipahami dulu pengertian
mengenai video itu sendiri. Video di sini didefinisikan sebagai sekumpulan
gambar bergerak yang diperoleh dari hasil rekaman kamera atau hasil animasi
komputer. Pada mulanya informasi video ini disimpan secara analog, sebagai
perubahan bentuk gelombang secara kontinyu yang mewakili adanya perubahan
warna dan kecerahan (brightness) dari gambar yang direkam.
Di sisi lain, komputer digital hanya dapat menyimpan dan mengolah data
yang bersifat biner. Untuk itu di kalangan industri komputer didefinisikan warna
dalam besaran 24-bit yang dapat digunakan untuk menyimpan sekitar 16,7 juta
kemungkinan warna yang berbeda. Dengan demikian data video dapat disimpan
secara digital sebagai titik-titik yang masing-masing memiliki warna tertentu dan
titik-titik tersebut jika disusun sebagai satu kesatuan akan membentuk suatu
gambar secara utuh. Kemajuan teknologi yang dicapai pada saat ini telah
memungkinkan komputer pribadi (PC) memiliki kemampuan untuk menampilkan
informasi berupa video yang berisi gambar bergerak beserta suaranya.
Untuk menyimpan data video secara digital, telah diciptakan berbagai
format penyimpanan dan metode kompresi-dekompresi. Perangkat lunak yang
digunakan untuk melakukan kompresi dan dekompresi terhadap data video digital
dengan menggunakan teknik tertentu disebut juga dengan codec yang merupakan
singkatan dari compressor-decompressor. Sampai saat ini masih dilakukan
berbagai penelitian untuk menemukan format yang dapat digunakan untuk
menyimpan data video digital dengan seefisien mungkin. Di antara format video
Teori Penunjang II-5
digital yang populer dan banyak digunakan pada saat ini adalah: AVI, QuickTime,
Indeo, Cinepak, dan MPEG.
AVI
AVI adalah format video digital yang paling banyak digunakan dalam
komputer pribadi PC yang menggunakan sistem operasi Windows. Format AVI
ini diciptakan oleh Microsoft Corporation. Microsoft merancang format file AVI
ini secara fleksibel sehingga dapat menyimpan data video yang dikompresi dan
didekompresi dengan menggunakan codec yang dibuat oleh pihak lain seperti
Indeo dan Cinepak.
QuickTime
QuickTime adalah format penyimpanan video digital yang diciptakan oleh
Apple Computer. Format video QuickTime ini pada awalnya dirancang khusus
untuk digunakan pada komputer Apple Macintosh tanpa harus menambahkan
perangkat keras khusus. Apple Computer dalam merancang arsitektur QuickTime
bersifat terbuka sehingga dapat digunakan codec dari pihak lain seperti Indeo dan
Cinepak. Bahkan pada saat ini telah dibuat versi QuickTime yang dapat
digunakan pada sistem operasi Microsoft Windows.
Indeo
Indeo adalah format video digital dari Intel Corporation yang dirancang
untuk dapat dijalankan pada komputer dengan prosesor kelas 486 dan Pentium
Teori Penunjang II-6
tanpa harus menambahkan perangkat keras khusus. Format Indeo ini dirancang
untuk dapat digunakan pada berbagai platform dan didukung penggunaannya pada
Microsoft Windows, IBM OS/2, dan Apple QuickTime.
Cinepak
Cinepak adalah format penyimpanan video digital dari Radius Inc yang
dirancang untuk dapat digunakan pada komputer dengan prosesor Intel 386-20
MHz tanpa memerlukan perangkat keras tambahan. Format Cinepak ini juga
didukung oleh Microsoft Windows dan Apple QuickTime.
MPEG
MPEG yang merupakan singkatan dari Moving Picture Expert Group
didefinisikan oleh ISO (International Standard Organization) dan dirancang untuk
menyimpan data video digital dengan kualitas tinggi. Standar yang pertama adalah
MPEG-1 dengan resolusi 352 x 240 pixel dengan laju frame 30 frame/detik.
Dengan standar MPEG-1 ini, data video dan audio sepanjang 70 menit dapat
disimpan di dalam sebuah CD-ROM.
Standar yang lebih baru adalah MPEG-2 yang mendukung resolusi 704 x
480 pixel dan laju frame 30 frame/detik. Standar ini dirancang untuk digunakan
oleh kalangan pemakai video profesional serta kalangan pertelevisian dan
perfilman. Standar MPEG-2 bersifat kompatibel dengan MPEG-1, yang artinya
bahwa perangkat keras yang dirancang untuk menangani format MPEG-2 akan
dapat juga menangani format MPEG-1.
Teori Penunjang II-7
Salah satu kelemahan dari format MPEG ini adalah diperlukannya
perangkat keras tambahan untuk dapat memainkannya pada komputer dengan
prosesor yang berkelas di bawah Pentium. Namun demikian dengan semakin
meningkatnya kemampuan komputer yang digunakan oleh masyarakat luas,
standar MPEG ini akan semakin banyak digunakan.

AUDIO DIGITAL

Agar komputer dapat digunakan untuk memanipulasi suara, maka sinyal
suara harus dikonversi ke dalam bentuk digital. Mula-mula, konversi dari sinyal
audio analog ke digital dilakukan dengan melakukan proses sampling, yaitu
mengambil harga sinyal setiap periode waktu tertentu, mengkonversikan harga
tersebut ke dalam skala yang sesuai, dan menyimpan hasilnya.
Sebagai contoh, sinyal audio yang memiliki frekuensi sampling 22050 Hz,
berarti dalam satu detik dilakukan proses sampling sebanyak 22050 kali.
Frekuensi sampling yang digunakan untuk mengkonversi sinyal audio analog dan
digital dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Semakin tinggi frekuensi sampling
yang digunakan, semakin bagus kualitas yang didapatkan, namun semakin besar
kapasitas media penyimpan yang dibutuhkan. Sebagai gambaran, sistem telepon
digital kebanyakan menggunakan frekuensi sampling 8 kHz karena sudah cukup
memadai untuk merekam suara pembicaraan manusia, sedangkan perekaman
musik pada CD (compact disk) dan DAT (digital audio tape) menggunakan
frekuensi sampling 44 kHz guna memperoleh kualitas rekaman yang tinggi.
Teori Penunjang II-8
Salah satu perusahaan yang mempelopori pemanfaatan komputer untuk
mengolah sinyal audio digital adalah Apple dengan produknya Macintosh. Tetapi
pada saat ini komputer kompatibel IBM PC berbasis prosesor Intel juga dapat
memiliki kemampuan untuk mengolah sinyal audio digital dengan menambahkan
perangkat keras sound card seperti SoundBlaster, misalnya. Di antara format
audio digital yang populer adalah: Mac .snd, SoundBlaster .voc, RIFF .wav, dan
Sun .au, dan SGI .aiff.

Friday, 7 August 2009

FORMAT MULTIMEDIA

Halaman ini berisi format file yang digunakan untuk transportasi data multimedia. Beberapa format file multimedia, seperti Quicktime (MOV) dan RealMedia (RM), adalah lebih baik didokumentasikan oleh mereka originators. Some, such as Microsoft's AVI and ASF, are loosely documented, if at all. Beberapa, seperti Microsoft AVI dan ASF, yang didokumentasikan loosely, jika sama sekali. This section has a collection of official and unofficial documentation. Bagian ini memiliki koleksi dokumentasi resmi dan tidak resmi. If official documentation exists, any unofficial documentation presented here will be supplemental and will focus on quirks and traps to be aware of when decoding such files. Jika ada dokumen resmi, tidak resmi dokumentasi apapun yang disajikan di sini akan tambahan dan akan fokus pada quirks dan perangkap yang akan sadar ketika decoding file tersebut.

Tujuan umum-Format

This section primarily focuses on formats that are designed as transports to carry many different types of data for many different types of applications. Bagian ini terutama berfokus pada format yang dirancang sebagai Transports untuk melakukan berbagai jenis data untuk berbagai jenis aplikasi.

* MPEG: There is a lot of surface information out there about MPEG technology. MPEG: Ada banyak informasi permukaan luar sana tentang MPEG teknologi. However, this website is focused on the hard, technical details necessary to implement programs that operate on multimedia data formats. Namun, situs ini adalah difokuskan pada keras, rincian teknis yang diperlukan untuk melaksanakan program-program yang beroperasi pada data format multimedia. While MPEG is "open", the standards documents are tightly controlled and not freely available. The Berkeley MPEG Tools , hosted at The Berkeley Multimedia Research Center , has some very useful tidbits on this surprisingly vast subject. Sedangkan MPEG adalah "terbuka", dokumen standar yang ketat dan tidak dikontrol secara bebas tersedia. The Berkeley MPEG Tools, dihosting di Berkeley Multimedia Research Center, memiliki beberapa berguna tidbits ini mengejutkan banyak subjek. Some choice items: Beberapa item pilihan:
o The MPEG-1 FAQ MPEG-1 FAQ
o The MPEG-2 FAQ (for fun, check out "The 6 Steps to Claiming Bogously High Compression Ratios") MPEG-2 FAQ (for fun, check out "The 6 Langkah-langkah untuk mengklaim Bogously Rasio kompresi tinggi")
* AVI: Audio/Video Interleaved File Format: AVI: Audio / Video Interleaved Format File:
o Microsoft's AVI File Format : This is a link to an AVI format description on Microsoft's own website. Microsoft AVI Format File: Ini adalah link ke sebuah deskripsi format AVI pada situs web Microsoft sendiri.
o John McGowan's AVI Overview : This is sort of catch-all document that has lots and lots of details about AVI, not limited to just technical information. John McGowan dari AVI Ikhtisar: Ini adalah jenis-menangkap semua dokumen yang memiliki banyak dan banyak rincian tentang AVI, tidak hanya terbatas pada informasi teknis.
o AVI Files: Tips & Quirks : This is a collection of tips and programming traps to be aware of when decoding AVI files. AVI File: Tips & Quirks: Ini adalah kumpulan tips dan pemrograman perangkap yang akan sadar ketika decoding AVI file.
* ASF: Advanced Streaming Format: Microsoft's successor to the AVI format. ASF: Advanced Streaming Format: Microsoft penerus ke format AVI. If a file ends with a wmv or wma extension, it's also an ASF file. Jika sebuah file yang berakhir dengan ekstensi wmv atau wma, itu juga merupakan ASF file. DLL

Tujuan khusus-Format

This section covers multimedia formats that are geared toward a special purpose. That special purpose is quite typically full-motion video for games. Bagian ini meliputi format multimedia yang dirancang khusus menuju tujuan. Itulah tujuan khusus cukup biasanya penuh-motion video untuk permainan. Note that many of these format descriptions also contain descriptions for video codecs as the video codec tends to be tied to the specific format. Perlu diketahui bahwa banyak format ini juga berisi penjelasan penjelasan untuk video codec sebagai video codec cenderung terikat dengan format tertentu.

* Autodesk FLIC & Derivatives : This is a link to a page that describes all about the Autodesk FLI/FLC format and its many derivatives and proprietary extensions. AutoDesk FLIC & Derivatives: Ini adalah link ke halaman yang menjelaskan tentang semua AutoDesk FLI / FLC format dan banyak derivatif dan eksklusif ekstensi.
* Sega FILM Format : This is a description of the FILM format (aka, CPK format) used on many Sega CD and Sega Saturn CD-ROM games. Sega FILM Format: Ini adalah deskripsi dari FILM formatnya (alias, CPK format) yang digunakan pada banyak Sega Saturn Sega CD dan CD-ROM permainan.
* RoQ Video File Format : This format originated in The 11th Hour PC games. RoQ Video Format File: Format ini berasal dari The 11th Hour game. Eventually, the RoQ file format was used in Id games such as Quake III and Return to Castle Wolfenstein. Pada akhirnya, RoQ format file yang digunakan di Id permainan seperti Quake III dan Kembali ke Castle Wolfenstein.
* Quake II .CIN File Format: This is a description of the Cinematic (.CIN) file format used in Quake II . Quake II. Cin Format File: Ini adalah keterangan Cinematic (. Cin) yang digunakan dalam format file Quake II.
* SMJPEG : This is a link to the official SDL Motion JPEG (SMJPEG) site. SMJPEG: Ini adalah link ke resmi SDL Motion JPEG (SMJPEG) situs. This site contains the file format as well as reference code and applications for SMJPEG. Situs ini berisi format file serta referensi kode dan aplikasi untuk SMJPEG.
* Bink Format : This is a description of RAD GameTools' Bink (.bik) file format. Bink Format: Ini adalah deskripsi RAD GameTools' Bink (. Bik) format file.
* Westwood Studios VQA Format: There are a number of documents floating around which describe this format commonly used in Westwood Studios games such as the Command & Conquer series. Westwood Studios VQA Format: Ada beberapa dokumen yang menjelaskan apung sekitar format ini umumnya digunakan dalam Westwood Studios permainan seperti Command & Conquer series.