LINUX JOURNAL

Wednesday, 12 August 2009

CITRA DIGITAL

Untuk menyatakan citra (image) secara matematis, dapat didefinisikan
fungsi f(x,y) di mana x dan y menyatakan suatu posisi dalam koordinat dua
dimensi dan harga f pada titik (x,y) adalah harga yang menunjukkan warna citra
pada titik tersebut1.
Citra digital adalah citra yang dinyatakan secara diskrit (tidak kontinyu),
baik untuk posisi koordinatnya maupun warnanya. Dengan demikian, citra digital
dapat digambarkan sebagai suatu matriks, di mana indeks baris dan indeks kolom
1 Rafael C Gonzales, Digital Image Processing, Addison-Wesley Publishing, hal.6
Teori Penunjang II-2
dari matriks menyatakan posisi suatu titik di dalam citra dan harga dari elemen
matriks menyatakan warna citra pada titik tersebut. Dalam citra digital yang
dinyatakan sebagai susunan matriks seperti ini, elemen-elemen matriks tadi
disebut juga dengan istilah pixel yang berasal dari kata picture element.
Untuk mendapatkan suatu citra digital, dapat digunakan alat yang memiliki
kemampuan untuk mengubah sinyal yang diterima oleh sensor citra menjadi
bentuk digital, misalnya dengan menggunakan kamera digital atau scanner. Cara
yang lain adalah dengan menggunakan ADC (Analog-to-Digital Converter) untuk
mengubah sinyal analog yang dihasilkan oleh keluaran sensor citra menjadi sinyal
digital, misalnya dengan menggunakan perangkat keras video capture yang dapat
mengubah sinyal video analog menjadi citra digital.
Format Penyimpanan Citra Digital
Untuk menyimpan citra digital ke dalam suatu file, dapat digunakan
bermacam-macam format. Secara garis besar, format dari citra digital dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu bitmap dan vector.
Format Bitmap
Pada format bitmap, citra disimpan sebagai suatu matriks di mana masingmasing
elemennya digunakan untuk menyimpan informasi warna untuk setiap
pixel. Jumlah warna yang dapat disimpan ditentukan dengan satuan bit-per-pixel.
Semakin besar ukuran bit-per-pixel dari suatu bitmap, semakin banyak pula
jumlah warna yang dapat disimpan.
Teori Penunjang II-3
Format bitmap ini cocok digunakan untuk menyimpan citra digital yang
memiliki banyak variasi dalam bentuknya maupun warnanya, seperti foto, lukisan,
dan frame video. Format file yang menggunakan format bitmap ini antara lain
adalah BMP, DIB, PCX, GIF, dan JPG. Format yang menjadi standar dalam
sistem operasi Microsoft Windows adalah format bitmap BMP atau DIB.
Kelebihan dari format DIB ini adalah bersifat fleksibel karena dapat digunakan
untuk menyimpan citra dengan 1, 4, 8, 16, dan 24 bit-per-pixel. Di samping itu,
proses untuk membaca informasi warna pixel di dalam format DIB lebih mudah
dan dapat dilakukan secara cepat. Format yang lain seperti JPG dan GIF memiliki
kelebihan dalam hal ukuran file yang kecil karena citra digital disimpan dalam
bentuk terkompresi.
Format Vector
Pada format vector, citra disimpan sebagai sekumpulan bentuk-bentuk
tertentu seperti garis, kurva, kotak, poligon, dan lingkaran yang dapat juga
memiliki warna. Data yang tersimpan di dalam file format vector ini berupa kodekode
yang menunjukkan suatu bentuk dengan posisinya, dimensinya, dan
warnanya. Format ini cocok digunakan untuk menyimpan citra yang banyak
mengandung garis dan kurva, misalnya gambar teknik, diagram blok, dan
flowchart. Format file yang menggunakan format vector ini antara lain adalah
DWG, DXF (AutoCAD), dan CDR (CorelDraw).
Kelebihan dari format vector ini adalah kebutuhan kapasitas untuk
menyimpannya lebih kecil dibandingkan jika disimpan dengan format bitmap.
Teori Penunjang II-4

No comments: